1.773 ASN Ikuti Latsarmil Komcad, Kementan Dorong Jiwa Bela Negara
JAKARTA - Sebanyak 1.773 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai kementerian dan lembaga mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) gelombang pertama sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan nasional.
Menteri Pertanian diwakili Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Irham Waroihan, hadir dalam upacara pembukaan di Baseops Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Rabu (22/04).
Kehadiran ini menegaskan dukungan Kementerian Pertanian dalam membentuk aparatur yang tidak hanya profesional, tetapi juga tangguh dan berkarakter bela negara.
Dalam amanat Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang dibacakan Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kementerian Pertahanan Letjen TNI Gabriel Lama, menyatakan bahwa program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat peran ASN dalam sistem pertahanan negara.
“Sebanyak 1.773 ASN pada gelombang pertama ini akan mengikuti program ini sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kesiapsiagaan, sekaligus membangun sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan berkarakter bela negara sesuai nilai-nilai BerAKHLAK,” ujar Sjafrie dalam amanatnya.
Dari total peserta, sebanyak 25 ASN berasal dari Kementerian Pertanian. Partisipasi ini diharapkan dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia Kementan dalam menghadapi berbagai tantangan strategis, termasuk menjaga ketahanan pangan nasional.
Irham Waroihan menyampaikan bahwa ASN dituntut tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga ketahanan mental dan kedisiplinan yang kuat.
Sebelum mengikuti Latsarmil, para peserta telah mengikuti rangkaian tes seleksi mulai dari pemeriksaan administrasi, pemeriksaan kesehatan, pengambilan data jasmani, psikologi, dan mental ideologi.
Nantinya selama pelatihan para ASN tersebut akan dibekali materi dasar militer seperti menembak hingga materi penguatan jiwa nasionalisme.
Melalui kegiatan ini, pemerintah mendorong terbentuknya ASN yang profesional, berintegritas, dan siap menghadapi berbagai dinamika serta tantangan pembangunan nasional.
