Irjen Kementan Ajak Semua Pihak Perkuat Sektor Pertanian

Persiapkan Gorontalo sebagai tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan Indonesia ke-17 Tahun 2026, Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Dialog Jaga Pangan yang dihadiri oleh Penjabat Gubernur Gorontalo, Forkopimda, Asosiasi Pemerintah Desa (Apdesi) dan stake holder pertanian lainnya di Hotel Aston Gorontalo, Selasa (27/6). Irjen Kementan, Jan S Maringka mengajak semua pihak termasuk pemerintah daerah khususnya Provinsi Gorontalo untuk memperkuat pembangunan sektor pertanian. Kegiatan ini dinilai penting untuk memperkuat program Jaga Pangan sebagai bentuk pengawalan kebijakan pengawasan Kementerian Pertanian.

“Keberhasilan membangun pertanian tidak bisa dikerjakan sendiri, namun harus melibatkan berbagai pihak termasuk jajaran pemerintah daerah, sehingga tujuan pembangunan yang tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran bisa tercapai,” tutur Inspektur Jenderal (Irjen) Kementan Jan S. Maringka.

Dalam kesempatan itu, Jan Maringka mengingatkan perlu dibangun sinergitas semua stakeholder pertanian, antara lain pejabat dinas lingkup pertanian, Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) dan penyuluh di lingkup provinsi Gorontalo. Kita perlu menginventarisir keunggulan produk pertanian, SDM, dan teknologi untuk hadapi gangguan cuaca dan krisis pangan dunia serta membangun Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) untuk mempersiapkan generasi penerus bidang pertanian.

“Saat ini dunia sedang tidak baik-baik saja, kita sedang mengalami perubahan iklim ancaman badai elnino dan dunia sedang mengalami krisis pangan. Untuk itu perlu menciptakan lumbung-lumbung pangan desa. Selain itu kita juga perlu melakukan meningkatkan keunggulan produk pertanian, SDM, dan inovasi teknologi untuk mewujudkan pertanian maju mandiri dan modern untuk itu kita perlu membangun Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) untuk mempersiapkan generasi penerus bidang pertanian”, ungkap Jan Maringka.

Selain itu, Jan S Maringka menyampaikan bahwa sektor pertanian merupakan bagian terpenting dalam perekonomian pedesaan. Kualitas hasil pertanian dari pedesaan dituntut selalu meningkat dan jumlahnya mencukupi kebutuhan masyarakat, sehingga peran penyuluh dan Apdesi sangat penting.

Karena itu, kata Jan Maringka, peran penyuluh dan Apdesi sangat strategis dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan itu. Apalagi mereka merupakan ujung tombak pembangunan pertanian yang berada di desa-desa.

“Mengingat pentingnya peran penyuluh dan Apdesi, kami (Itjen Kementan) mengambil langkah untuk memberdayakan mereka dengan memberikan materi-materi pada Dialog Pangan terkait dengan pengawasan dan intergritas agar mereka dapat bekerja dengan baik dan sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku,” ujar Jan Maringka.

Karena itu, kata Jan Maringka, dalam acara dialog ini, pihaknya mengundang narasumber dari Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Kepolisian Daerah Gorontalo, Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri dan motivator. Tujuannya untuk memberikan rambu-rambu dalam menjalankan tugas dan menginternalisasi nilai-nilai integritas sebagai bentuk sinergi dalam mengawal pembangunan pertanian di Gorontalo.

Di samping bersinergi, ujar Jan Maringka, aspek pengawasan menjadi penting mengawal implementasi program Kementan khususnya dalam menjamin keamanan dan kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Pengawasan tersebut sekaligus merupakan upaya pemerintah dalam mempercepat terwujudnya kedaulatan pangan.

“Supaya tidak ada keragu-raguan semua pihak di daerah. Supaya program pertanian tidak terhambat. Bersama aparat penegak hukum (APH), aparat pengawas internal pemerintah (APIP) dan pemerintah daerah bersama-sama kita mengawal program pertanian,” tegas Jan Maringka.

Sesuai tema “Dialog Jaga Pangan”, Jan Maringka berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat dan kesadaran semua pihak akan pentingnya menjaga ketahanan pangan. Juga diharapkan dapat memberikan energi positif bagi kemajuan pertanian di Provinsi Gorontalo.

“Saya yakin dengan melimpahnya produksi pertanian di Provinsi Gorontalo dapat menjaga ketahanan pangan kita. Jaga pangan untuk masa depan. Kita titipkan program pertanian di Provinsi Gorontalo,” pungkas Jan Maringka.

Sementara itu, Plt Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya mengungkapkan, sektor pertanian berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Gorontalo. Ditambah lagi potensi pertanian Gorontalo sangat besar dengan mayoritas hasil produksinya jagung.

Untuk diketahui, Kementan telah mengalokasikan anggaran bantuan pemerintah di sektor pertanian kepada Pemprov Gorontalo tahun 2023 sekitar Rp 18 miliar lebih. Bantuan itu terdiri atas Ditjen Tanaman Pangan sekitar Rp 9 miliar lebih; Ditjen Hortikultura sekitar Rp 3 miliar lebih; Ditjen Perkebunan sekitar Rp 2 miliar; dan Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian sekitar Rp 3 miliar lebih.

Di sela-sela kegiatan tersebut, Irjen Kementan Jan Maringka bersama Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo berkesempatan menanam pohon kelapa Genjah di Ruang Taman Hijau Telaga Park, Kec. Telaga, Kab. Gorontalo.