Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu.
Logo

Itjen Kementan Barantin Perkuat Kapabilitas APIP Lewat Benchmarking Strategis

20/04/2026 08:45:00 Admin Satker 82

 

 

 

JAKRTA - Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian (Itjen Kementan) bersama Badan Karantina Indonesia (Barantin) memperkuat kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) melalui kegiatan benchmarking yang digelar di Kantor Itjen Kementan, Senin (20/4).

 

Kegiatan ini diikuti pimpinan dan auditor Barantin, jajaran Itjen Kementan, serta perwakilan Asosiasi Auditor Intern Pemerintah Indonesia (AAIPI). Benchmarking difokuskan pada penguatan pengawasan berbasis risiko, peningkatan kompetensi auditor, serta perbaikan kualitas review laporan keuangan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan.

 

Inspektur II Itjen Kementan, Memet Darmawan dalam sambutannya menyampaikan bahwa peran APIP tidak lagi hanya sebagai pengawas (watchdog), tetapi juga sebagai trusted advisor yang memberikan nilai tambah bagi organisasi.

 

Selain itu, Itjen Kementan terus mendorong penguatan tata kelola pengawasan melalui peningkatan kualitas audit dan pendampingan kepada unit kerja.

 

Sementara itu, Inspektur Barantin, Uray Suhartono, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi auditor melalui pengalaman dan pendampingan langsung. Ia mengakui bahwa APIP Barantin masih menghadapi keterbatasan, terutama dari sisi pengalaman dan komposisi auditor.

 

“Alhamdulillah teman-teman sekarang sudah bisa melakukan review laporan keuangan. Namun, secara mendalam kami harap ke depan bisa lebih baik. Jam terbang itu penting—semakin sering dihadapkan pada masalah, semakin terasah dalam menyelesaikannya,” ujar Uray.

 

Ia menjelaskan, pada tahap awal pembentukan APIP, pihaknya melakukan pembagian spesialisasi auditor untuk mempercepat proses pembelajaran.

“Kami bagi ada yang fokus review laporan keuangan, laporan anggaran, dan lainnya. Kami juga menyusun panduan, langkah kerja, hingga kertas kerja audit, termasuk matriks untuk pengadaan,” tambahnya.

 

Melalui kegiatan ini, Barantin juga mendorong adanya kolaborasi yang lebih konkret dengan Itjen Kementan. “Kami berharap ada pendampingan. Jika memungkinkan, satu dua auditor bisa ditugaskan tandem bersama kami selama satu hingga dua bulan. Mudah-mudahan kegiatan ini memberi manfaat bagi kedua belah pihak,” katanya.

 

Dalam diskusi teknis, Itjen Kementan membagikan praktik terbaik dalam perencanaan audit berbasis risiko melalui penyusunan audit universe dan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT). Dengan jumlah satuan kerja yang cukup besar, perencanaan audit berbasis prioritas dinilai menjadi kunci optimalisasi sumber daya pengawasan.

 

Selain itu, tantangan dalam review laporan keuangan turut menjadi perhatian, terutama terkait keterbatasan waktu, latar belakang auditor non-keuangan, serta pemahaman terhadap standar akuntansi.

 

Melalui kolaborasi ini, Itjen Kementan dan Barantin optimistis dapat meningkatkan kualitas pengawasan internal serta mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan profesional.

 

 

Facebook Itjen Youtube Itjen Instagram Itjen x