Kementan Perkuat Pencegahan Judi Online, Itjen Tingkatkan Pengawasan dan Pembinaan Pegawai
Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat upaya pencegahan praktik judi online di lingkungan kerja melalui penguatan pengawasan internal dan pembinaan aparatur. Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Menteri Pertanian untuk menjaga integritas, profesionalisme, dan disiplin pegawai dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan pertanian.
Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Irham Waroihan, menegaskan bahwa pemberantasan judi online menjadi perhatian serius karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga dapat memengaruhi kinerja organisasi dan kepercayaan publik terhadap institusi.
"Ini saya sampai diperintah Bapak Menteri untuk menangani judi online ini. Karena Bapak Menteri melihat persoalan ini serius. Cukup yang terakhir ini. Hentikan, Bapak Ibu. Sudahlah," ujar Irham.
Menurut Irham, Kementerian Pertanian mengedepankan langkah pencegahan dan pembinaan agar pegawai tidak terjerumus dalam praktik judi online. Namun, terhadap pegawai yang tetap mengulangi pelanggaran setelah dilakukan pembinaan, akan diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sementara itu, Inspektur Investigasi Kementerian Pertanian, Kurniawan Affandi mengatakan praktik judi online berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari masalah keuangan hingga penurunan profesionalisme dan integritas aparatur.
"Judi adalah induk dari kejahatan lainnya. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku, tetapi juga keluarga, lingkungan kerja, dan institusi," kata Kurniawan.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian dan pimpinan Kementerian Pertanian untuk memperkuat upaya pencegahan terhadap maraknya praktik judi online.
Menurutnya, pegawai yang pernah terindikasi terlibat telah diberikan pembinaan, sementara pengawasan akan terus diperketat agar pelanggaran serupa tidak kembali terjadi.
Kurniawan menambahkan, seluruh pimpinan unit kerja diminta meningkatkan pemantauan secara berjenjang terhadap pegawai di lingkungan masing-masing, sekaligus mengoptimalkan peran Unit Kepatuhan Internal (UKI) dan Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) sebagai bagian dari sistem pengendalian internal.
"Ini menjadi peringatan bagi seluruh pegawai. Bukan semata-mata untuk memberikan sanksi, tetapi untuk menjaga marwah Kementerian Pertanian sekaligus mencegah dampak negatif yang ditimbulkan oleh praktik judi online," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia Aparatur (OSDMA), Nurwahida, mengatakan keberhasilan pencegahan judi online memerlukan komitmen seluruh pimpinan dan pegawai untuk saling mengingatkan serta memperkuat budaya kerja yang berintegritas.
"Tujuan kita sama-sama amar ma'ruf nahi mungkar, saling mengingatkan dalam kebaikan. Kehadiran Bapak dan Ibu semua membuktikan komitmen untuk memberantas praktik ilegal seperti judi online, pinjaman online ilegal, maupun bentuk pelanggaran lainnya," ujar Nurwahida.
Ia menambahkan, dengan jumlah pegawai Kementerian Pertanian yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, penguatan pengawasan menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, koordinasi antarunit kerja akan terus ditingkatkan untuk memastikan upaya pencegahan berjalan secara efektif.
Melalui penguatan pembinaan, edukasi, dan pengawasan internal, Kementerian Pertanian berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari praktik judi online serta terus membangun budaya kerja yang profesional, berintegritas, dan akuntabel demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik.
