Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu.
Logo

Itjen Kementan Evaluasi Kapabilitas APIP, Capai Level 3 IACM

26/02/2026 13:30:00 Admin Satker 85

 

 

Jakarta – Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pertanian menggelar Evaluasi Internal Audit Capability Model (IACM) pada Sekretariat Inspektorat Jenderal guna mengukur dan memperkuat kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

 

Evaluasi yang melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ini bertujuan menilai capaian tingkat kematangan organisasi pengawasan sekaligus mengidentifikasi langkah strategis untuk peningkatan berkelanjutan.

 

Dalam kegiatan tersebut, berbagai elemen kapabilitas pengawasan ditinjau secara komprehensif, mulai dari peran dan layanan APIP, pengelolaan sumber daya manusia, praktik profesional, akuntabilitas dan manajemen kinerja, hingga budaya dan hubungan organisasi.

 

Auditor Muda Deputi Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Politik, Hukum, Keamanan, Pembangunan Manusia, dan Kebudayaan BPKP, Abdurrozak Zaki, menyampaikan bahwa secara umum kapabilitas organisasi telah menunjukkan kemajuan signifikan.

 

“Secara MRO organisasi, sudah berada pada maturitas level 3. Artinya profil risiko telah diidentifikasi, hasil analisisnya dan rencana tindak pengendalian dapat diandalkan dan dinilai valid,” ujar Zaki.

 

Ia menekankan pentingnya penguatan manajemen risiko sebagai fondasi pengawasan berbasis risiko. Menurut dia, apabila profil risiko belum tersedia atau belum optimal, inspektorat perlu menyusun atau memvalidasi kembali profil risiko yang ada.

 

“Area-area yang paling berisiko harus dipetakan kembali, kemudian di situlah penempatan prioritas pengawasan dilakukan,” katanya.

 

Evaluasi ini tidak hanya menitikberatkan pada pemenuhan indikator administratif, tetapi juga kualitas implementasi dan dampaknya terhadap peningkatan kinerja pengawasan. Diskusi dan klarifikasi dilakukan untuk memperoleh gambaran objektif mengenai capaian dan tantangan yang dihadapi.

 

Hasil evaluasi akan menjadi dasar penyusunan rencana tindak lanjut yang terukur, termasuk penyempurnaan sistem, peningkatan kompetensi SDM, serta optimalisasi proses bisnis pengawasan.

 

Melalui evaluasi IACM ini, Itjen Kementan menargetkan penguatan fungsi pengawasan yang lebih proaktif dan berbasis risiko, sehingga mampu menghadirkan sistem peringatan dini (early warning system) serta rekomendasi strategis dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan pertanian.

 

Facebook Itjen Youtube Itjen Instagram Itjen x