Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu.
Logo

Kementan Dorong Percepatan Cetak Sawah Sumbagsel

17/09/2026 20:27:00 Admin Satker 10

 

 

JAKARTA — Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian (Itjen Kementan) mendorong percepatan pelaksanaan konstruksi cetak sawah di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Percepatan diarahkan tidak hanya pada pembukaan lahan, tetapi juga memastikan pekerjaan berlanjut hingga tahap pengolahan lahan dan siap ditanami.

 

Dorongan tersebut disampaikan Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian Letjen TNI (Purn.) Irham Waroihan dalam Rapat Koordinasi Evaluasi dan Percepatan Konstruksi Cetak Sawah Wilayah Sumbagsel, 17 September 2026.

 

Irham mengatakan Itjen Kementan turut melakukan pengawalan terhadap pelaksanaan cetak sawah dengan melihat perkembangan pekerjaan dari sisi administrasi maupun kondisi fisik di lapangan.

 

“Saya diminta untuk ikut membantu mengawal. Sebagai auditor, yang saya kerjakan adalah mengaudit secara administrasi dan juga fisik di lapangan. Saya akan ikut mendengar dan memantau perkembangannya,” ujar Irham.

 

Menurutnya, percepatan perlu dilakukan secara menyeluruh karena pekerjaan cetak sawah tidak berhenti pada tahap land clearing. Setelah lahan dibuka, pekerjaan perlu segera dilanjutkan ke tahap land leveling, pengolahan tanah, hingga olah lahan agar lahan dapat segera dimanfaatkan.

 

“Yang bisa kita kerjakan, kita kerjakan dulu. Alat harus bergerak terus. Jangan terkendala operator, BBM, atau hal-hal lainnya,” tegasnya.

 

Berdasarkan data hasil evaluasi Itjen Kementan per 15 September 2026, luas kontrak cetak sawah lingkup BPLIP Kelas I Sumatera Selatan mencapai 15.702,74 hektare dengan realisasi land clearing 3.772,14 hektare atau 24,03 persen. Pelaksanaan konstruksi dilakukan melalui swakelola TNI dan e-catalog.

 

Irham juga menyoroti pentingnya mendorong capaian pada tahap konstruksi. Data per 15 September 2026 menunjukkan persentase konstruksi terhadap luas kontrak tercatat 4,56 persen di Lampung, 2,81 persen di Sumatera Selatan, 1,86 persen di Bengkulu, 0,99 persen di Riau, dan 0,29 persen di Jambi.

 

Dalam rapat tersebut, Irham meminta seluruh pelaksana dan pengawas menjaga kesinambungan pekerjaan serta melaporkan kondisi lapangan secara objektif. Menurutnya, setiap kendala yang dapat menghambat pergerakan pekerjaan perlu segera direspons agar target penyelesaian dapat diupayakan secara optimal.

 

“Kalau perlu tambah alat, kita tambah. Saya butuh kesanggupan bapak ibu semua. Intinya kita upayakan pekerjaan kita semua tepat waktu. Kalau bisa selesai 30 November, apa yang bisa dikerjakan, gas poll saja dulu,” ujar Irham.

 

Irham menegaskan pengawalan Itjen Kementan diarahkan untuk memastikan pelaksanaan konstruksi terus bergerak dan setiap tahapan pekerjaan dapat berjalan secara berkesinambungan. “Besar harapan saya bisa tepat waktu. Kita semua harus all out untuk pekerjaan ini,” pungkasnya.

 

Facebook Itjen Youtube Itjen Instagram Itjen x